Inilah 7 Tips Tombol CTA yang Harus Kamu Tahu

ctas

Tampilan websitemu sudah terlihat sangat menarik. Kamu berusaha keras untuk memastikan semua konten, gambar, tampilan, tombol berjalan dengan baik. Tapi mengapa belum ada visitor web yang menambahkan produkmu dalam keranjang belanja mereka? Kamu sudah mencoba mengiklankan brand dan mendapat traffic yang cukup tinggi, sayangnya tingkat konversinya masih juga rendah.

Bisa jadi visitormu mengalami kesulitan saat menavigasikan toko onlinemu karena CTA-nya kurang jelas. Atau mungkin mereka hanya belum tahu di mana harus meng-klik. Dalam posting kali ini kita akan melihat beberapa tips CTA button yang mudah dan efektif beserta beberapa contohnya. Kamu sendiri bisa menerapkan teknik tersebut dan mengaplikasikannya ke produkmu sendiri.

Let’s get started.

Apa itu Call to Action?

Call to action atau sering juga disebut tombol aksi adalah suatu tombol penunjuk apa yang harus dilakukan visitor, di mana mereka harus klik, dan apa yang harus dibeli. CTA memandu flow kunjungan pada websitemu dan mengubah visitor untuk segera menjadi konsumen.

Contoh tombol aksi yang paling sering digunakan adalah “Buy Now”, atau “Shop Now” yang ada di halaman depan situs web. Belum ada jawaban yang pasti tentang tombol, frase, tampilan warna atau ukuran yang paling ampuh, oleh karena itu penting untuk selalu melakukan pengujian dan mengoptimasi halaman depan website. Berikut ini adalah beberapa pemahaman dasar dari CTA yang efektif.

#1: Keadaan yang Mendesak Meningkatkan Presentase Konversi

Ketika calon pembeli online merasa peluang pembeliannya terbatas, mereka akan cenderung langsung melakukan transaksi. Kamu pasti sering melihatnya di display toko retail. Bahkan, kamu bisa melihat program promosi penjualan yang berganti-ganti setiap minggunya. Hal yang sama bisa diterapkan di toko ecommerce-mu.

Jadi, jika kamu mencantumkan jumlah persediaan/stok barang, atau suatu strategi seperti menuliskan, “Beli sekarang- diskon hanya sampai malam ini” maka berarti kamu sedang membangun suatu keadaan yang mendesak. Dengan memberikan suatu keadaan yang mendesak pada produk, tingkat konversi akan meningkat sebanyak 332%. Tentu hal itu tidak bisa dianggap remeh dan sangat layak dicoba.

#2: Pengujian Berbagai Warna

Meskipun belum ada warna tertentu yang bisa mendorong terjadinya konversi, sangat penting memastikan bahwa kamu menggunakan warna yang sesuai dengan target market, dan tentunya dengan brand. Berikut ini ada beberapa tips yang bisa dipertimbangkan ketika menentukan warna yang akan digunakan untuk CTA.:

  • Gunakan warna putih di area sekitar CTA untuk membuatnya jelas bagian mana yang harus di klik.
  • Pastikan warnanya kontras dengan warna background
  • Jangan merusaknya dengan menggunakan warna dan animasi yang berlebihan

#3: Gunakan Tombol dan Kata-kata yang Sederhana

Meskipun dalam kebanyakan tema yang ada di Shopify fitur ini sudah tersedia, tapi tak ada salahnya untuk memastikan bahwa CTA yang muncul berupa tombol dan bukan hanya teks. Meskipun hanya border kecil, hal itu masih lebih baik datipada hanya link teks saja. Bahkan ada banyak data dan penelitian yang menunjukkan bahwa tombol sangat bermanfaat untuk menuntun visitor ke proses checkout.

Pastikan teks yang terdapat di CTA cukup singkat dan jelas. Kata-kata seperti “buy now”, “add to cart”, “buy” sudah terbukti keefektifannya.

Tip: Kamu bisa menyesuaikan kata-kata di tombol CTA sesuai dengan target pasar produkmu. Jika produkmu,misalnya, adalah kopi, coba ganti kata-kata dalam tombol CTAnya menjadi “Brew it” dan lihatlah apakah strategi ini membantu proses konversi.

#4: Pentingnya Hero Images di Halaman Depan

Hero Images dapa digunakan untuk memberikan highlight pada sebuah produk atau koleksi- dengan kata lain, mereka bisa digunakan sebagai CTA yang bersifat masif.

Sebuah studi dari Notre Dame University menunjukkan bahwa gambar pertama dari lima gambar yang ada menerima 84% dari keseluruhan klik dalam website melalui rotasi slideshow.  Pastikan kamu memiliki link hero image pada produk atau koleksi untuk membuat visitor untuk segera melakukan checkout.

#5: “Above the Fold”

Buat semuanya tetap berada di atas “Fold”. Fold dalam halaman depan website adalah bagian dalam setiap website yang muncul setelah di-scroll down. Semua konten di atas fold adalah apa yang visitor lihat pertama kali saat mengunjungi website. Jika kamu berhasil menarik perhatian visitor pada area di atas fold, kamu berpeluang membuat mereka meng-klik dan menavigasikannya melalui websitemu.

Berikut ini adalah beberapa contohnya:

Sriracha 2 Go

sriracha2go2

Why it Works:

Jika dilihat dari tampilan depannya, kamu pasti bisa langsung menemukan di mana tombol CTA-nya. Kamu tahu dengan pasti di mana harus klik. Visitor dapat mengetahui dengan jelas bagaimana cara membeli produk tersebut.

Mereka memperlihatkan wujud produk mereka, apa kegunaannya, dan bagaimana cara mebelinya- semuanya “above the fold”

Bixbi Pet

bixbi2

Why it Works:

Bixbi menggunakan beberapa warna yang bold pada halaman depan mereka, dan memberikan warna kontras pada tombol CTA “purchase now” untuk menarik perhatian visitor.

Strategi lainnya yang dilakukan Bixbi adalah menampilkan varian produk mereka dengan banner. Biasanya kita hanya melihat koleksi produk lain ditampilkan berdasarkan nama, tapi Bixbi menampilkan semua koleksi produknya melalui gambar ikon. Dengan begitu visitor akan cenderung ingin klik pada ikon tersebut.

Beberapa contoh tombol CTA di atas bisa dijadikan contoh dalam penerapan di website milikmu. Tingkatkan konversi visitor menjadi konsumen sekarang juga! Good luck.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *