Catat! 5 Tipe Social Media Follower dan Cara Membuat Mereka Tertarik!

210

Membangun jumlah follower di social media mirip dengan mencoba menjadi siswa paling populer di sekolah namun 1000 kali lebih susah. Untungnya, menjadi brand paling dicintai dan terkenal bukanlah satu-satunya cara untuk menggaet follower.

Untuk menggaet lebih banyak follower di akun social media-mu, pertama-tama kamu harus menentukan tipe follower yang akan ditarget, bagaimana mereka berinteraksi di media sosial, dan yang terpenting adalah apa yang kamu tawarkan kepada mereka.

Tipe #1 – Follower career-minded

Jika sering mengunjungi grup Linkedin, kamu mungkin akan menyadari beberapa orang dominan yang mem-posting artikel, pertanyaan, dan membuka obrolan seputar industri yang mereka geluti secara rutin.

Mereka menyadari bahwa sekarang terdapat sekat tipis yang memisahkan profil personal dan profesional orang-orang. Mereka menguasai cara untuk menarik massa dengan memilah konten mana yang dibagikan, pertanyaan apa yang ditanyakan, serta platform apa yang cocok digunakan untuk memaksimalkan image profesional mereka. Orang-orang tersebut mengembangkan dan mempercantik persona online mereka sehingga mereka dipandang sebagai pemimpin serta ahli di bidangnya.

Bagaimana menarik follower career-minded?

  1. Jika targetmu adalah orang-orang yang berfokus pada karir, sebaiknya akun/profil yang kamu gunakan adalah layanan B2B atau personal yang ahli di bidangnya.
  2. Gunakan konten yang relevan dengan bidangmu, memiliki tujuan yang jelas dan berguna bagi pembaca.
  3. Pastikan profil LinkedIn-mu layak tampil dengan menampilkan informasi karir profesionalmu dengan baik serta mendapat pengakuan dari banyak orang.

Tipe #2 – Follower gaul

Follower tipe gaul biasanya masih muda, populer, dan kreatif. Mereka sangat update dengan berita dan tren terkini sehingga mereka akan tertarik hanya jika kamu cukup berpengaruh serta membagikan konten yang keren dan gaul.

Bagaimana menarik follower gaul?

  1. Karena follower tipe ini aktif di banyak jenis social media, kamu sebaiknya mempersiapkan campaign untuk banyak jenis social media seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan Pinterest.
  2. Informasi yang dibagikan haruslah singkat, jelas, serta sangat informatif.
  3. Ingat bahwa bagi generasi ini, foto sama pentingnya dengan konten teks. Gunakan foto atau gambar yang menarik, jelas, dan beresolusi yang inggi.
  4. Kamu dapat mencoba membuat video untuk campaign karena lebih dari 50% generasi ini menerima informasi dari situs video sharing.
  5. Biarkan produk yang berbicara. Pastikan produkmu inovatif, memberi nilai lebih, keluaran terbaru, atau hal-hal berbau ‘keren’ lainnya.

Tipe #3 – Follower sosial

73% pengguna social media membagikan konten agar dapat terhubung dengan pengguna lain dengan minat yang sama. Follower tipe ini menggunakan social media tepat sesuai dengan kegunaannya – untuk bersosialisasi dengan yang lain. Karena itu, mereka hanya akan tertarik dengan konten yang mereka anggap menarik untuk dibagikan dan didiskusikan bersama teman dan relasinya. Media yang banyak digunakan oleh follower tipe ini adalah Facebook, Twitter, dan Pinterest.

Bagaimana menarik follower sosial:

  1. Konten yang mereka inginkan adalah berupa artikel atau panduan singkat yang menarik, informatif, dan jelas.
  2. Karena mereka mencari bahan diskusi, selipkan beberapa humor atau kontroversi yang tidak menyakitkan. Humor atau kontroversi tersebut harus relevan dengan topik konten.
  3. Apakah konten yang kamu berikan berisi cara memasak dengan hemat, cara menulis resume, atau sekedar hiburan di jam istirahat mereka, asal konten tersebut cocok untuk jadi bahan diskusi mereka akan terus mengikuti social media-mu.

Tipe #4 – Pencari Perhatian

Kita semua pasti memiliki teman atau relasi yang dikategorikan caper atau pencari perhatian. Sebagian besar orang mengklaim beberapa rekannya menggunakan social media untuk mendapatkan perhatian dan validasi dari yang lainnya. Kamu dapat menemukannya di Instagram, Twitter, Facebook, dan social media lain – mereka selalu memiliki sesuatu untuk di-post.

Pencari perhatian membagikan apapun tentang dirinya sendiri, membentuk persona online mereka untuk mendapatkan paling banyak ‘like’.

Bagaimana menarik pencari perhatian:

  1. Karena mereka mencari banyak ‘likes’, untuk menggaet mereka kamu harus menyediakan konten atau interaksi yang membutuhkan perhatian teman-teman si pencari perhatian.
  2. Kontes, kampanye foto/video, dan kontroversi adalah konten yang bagus untuk menarik si pencari perhatian.

Tipe #5 – Follower Tertutup

Follower tipe ini merupakan kebalikan dari follower tipe pencari perhatian. Mereka menggunakan social media untuk berinteraksi dengan orang-orang yang sudah mereka kenal serta memiliki hubungan yang dekat dengannya. Secara umum mereka tidak peduli tentang apakah konten yang mereka bagikan membuat orang lain berkesan atau tidak.

Bagaimana menarik follower tertutup

  1. Jika mereka adalah target follower-mu, coba untuk menyediakan konten yang terbukti benar, telah melewati riset, serta berupa aksi atau sesuatu yang dapat dilakukan.
  2. Konten mengandung angka dan statistik untuk menguatkan klaim konten namun tetap harus ringan. Judul konten haruslah jelas dan menunjukkan secara persis isi konten.
  3. Infografis, gambar ber-resolusi tinggi, dan layout yang bagus memang dapat meningkatkan tingkat kepercayaan akunmu, namun yang terpenting adalah informasi yang kamu berikan harus berdasarkan fakta yang subtansial.

Kesimpulan

Walaupun kita mengetahui bahwa menarik follower di social media itu tidak mudah, bukan berarti hal tersebut mustahil. Dengan mengelompokkan dan membagi follower potensial, kamu dapat menentukan strategi yang cocok agar akun atau brand-mu dapat berinteraksi dengan orang lain serta memberikan konten yang tepat agar mereka tertarik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *